Bisnis Asesoris Menurun Sukses Bisnis Fashion

 Kerajinan

Roda bisnis memang selalu berputar, kadang mengalami masa-masa penuh keuntungan namun terkadang juga menurun. Namun disaat usaha mengalami penurunan harus ada inovasi dan kreatifitas untuk membalikkan keadaan. Hal itu bisa dengan inovasi usaha atau beralih bidang usaha yang lebih prospektif jika memang usaha lama sudah sangat susah untuk diselamatkan. Laya Boutique usaha yang bergerak di bidang fashion memiliki pengalaman yang seperti itu.

Adalah Agustine Susanti, ibu dua anak yang akrab dipanggil Susan ini yang mengembangkan Laya Boutique . Awal usaha fashion Susan berawal saat bisnisnya dibidang aneka aksesoris dan craft mulai menurun sejak akhir 2010. Kalau dibiarkan pasti akan gulung tikar, ia bertekad menyelamatkan usahanya dengan melirik bisnis fashion. Ia pun mulai merancang sebuah model busana berbahan dasar kaos.

Usaha fashion Susan ternyata mendapat sambutan yang baik dari pembeli. Saat Pameran Inacraft 2011 di Jakarta, ia turut memajang produk fashion yang ia buat. Pada hari pertama dari lima hari pameran berlangsung, dari sekitar 50 busana yang dijual ternyata habis terjual. Ini memberikan semangat tersendiri bagi Susan untuk mengembangkan bisnis fashionnya.

Selanjutnya ia membuat kembali 100 busana dalam berbagai model berbahan dasar kaos, dibantu beberapa penjahit ternyata produknya laris dibeli pembeli. Bahan kaos yang ia pilih karena selain harganya lebih terjangkau, bahan kaos memiliki banyak kelebihan. Bahan kaos lebih lentur, praktis, nyaman dikenakan, mudah perawatannya, dan dapat dikenakan bagi setiap wanita.

Model dengan baju berbahan kaos sebenarnya sudah ada, tapi dengan beberapa improve yang ia lakukan maka jadilah model botol yang ia ciptakan .Improve yang ia lakukan misalnya dalam hal cutting, kerah, atau model tangannya. Dan jadilah model botol dengan pelbagai variasi.

Kini setelah bisnis fashionnya memiliki masa depan yang cerah, usaha aksesoris yang ia tekuni sebelumnya mulai berfokus pada bisnis fashion. Kini ia telah memiliki tujuh buah toko yang tersebar di Jakarta (ITC Kuningan dan Citos Bazaar), Bandung (Paris Van Java), dan Surabaya (SUTOS) . Bahkan di berbagai wilayah seperti Palembang, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Batam, hingga Aceh sudah merebak busana muslim dengan model botol hasil kreasi dirinya.

Dunia bisnis memang sangat dinamis, sehingga dalam menjalankannya juga harus siap melakukan improvisasi. Jangan mudah patah semangat , lihat selalu peluang yang mungkin dan fokus dalam menjalankannya, begitu saran Susan.(/Neraca).

- See more at: http://galeriukm.com/bisnis-kerajinan/bisnis-asesoris-menurun-sukses-bisnis-fashion#sthash.KMLzJ6br.dpuf

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply