Minim Modal Sukses Bisnis Penetasan Telur

 Agrobisnis

Penetas Telur,Photo Kabar Priangan

BISNIS PENETASAN TELUR — Keterbatasan biaya membuat Kemaludin tidak bisa melanjutkan pendidikan ke Jenjang yang lebih tinggi, pendidikan terakhirnya hanya sampai Madrasah Aliyah. Namun warga Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ini ternyata justru sukses dalam bisnis penetasan telur bebek. Bahkan ia terpilih menjadi Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya dan Jawa Barat pada tahun 2011 di bidang teknologi tepat guna. Ia berhasil menyisihkan peserta yang lain melalui Inovasi pembuatan alat tetas sederhana.

Selain karena keterbatasan biaya untuk melanjutkan sekolah, awal mula bisnis penetasan telur Kemaludin berawal dari fakta bahwa peternak bebek Sukaratu kerap kesulitan mendapatkan anakan. Peternak harus membeli anak bebek ke kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya, bahkan hingga ke Kota Tasikmalaya. Dari situ muncul pemikiran bahwa Penetasan telur bebek menjadi Peluang bisnis yang cukup menggiurkan.

Meski Kemaludin tidak cukup pengetahuan tentang penetasan telur bebek, ia memiliki tekad yang kuat untuk terjun ke dunia ini. Ia mulai mengumpulkan informasi dari buku, bertanya kepada para peternak bebek, survey kepada pedagang telur dan anakan bebek.

Saat itu modal usaha yang ia miliki hanya 500 ribu rupiah, sedangkan harga satu unit mesin penetas buatan pabrik mencapai 1.5 juta sampai 2 juta. Jelas ini jauh dari cukup, namun Kemaludin tidak habis akal. Dengan mengunakan kayu almari bekas, lampu pihar 5 watt dan termometer ia ciptakan mesin penetas telur bebek dengan kapasitas 300 butir.

Namun permasalahan tidak berhenti disitu, kendala Listrik di Sukaratu yang sering mati menyebabkan tingkat penetasan telur sangat rendah, dari 200 telur bebek hanya 100 telur saja yang menetas. Lagi-lagi Kemaludin harus berinovasi untuk mengatasi keadan ini yaitu menggunakan pemanas minyak jelantah. Pemanas tersebut diletakkan di bawah media penetasan. Hasilnya memuaskan,saat listrik putus, telur mendapat kehangatan dari api berbahan minyak jelantah, hasilnya pun cukup bagus kegagalan penetasan hanya 2sampai 3 persen saja.

Berkat inovasi dan kerja kerasnya Kemaludin kini sudah bisa menikmati hasilnya. Mesin penetas telur bebeknya kini sudah lebih banyak dan lebih canggih. Media penetasan baru itu dilengkapi lima lampu berkekuatan 5 watt, termometer, pemutus arus bila suhu terlalu tinggi, dan higrometer untuk mengukur kelembaban media penetasan.

Dalam sebulan, ia bisa menetaskan 5.000 telur dengan omzet Rp 15 juta per bulan. Bebek hasil penetasan berusia 2-3 hari dijual Rp 6.500 per ekor untuk betina dan Rp 2.500 per ekor untuk jantan. Nyaris tidak ada yang tersisa karena sebelum menetas, telur sudah dipesan peternak bebek.

Kesuksesan Kemaludin tidak ingin ia nikmati sendiri, Lewat Kelompok Penetasan Unggas Jaya Mekar Sukaratu yang digagas bersama teman-temannya, ia mengajak pemuda desa yang tak bekerja dan berpenghasilan minim untuk usaha menetaskan telur. Satu media penetasan dihibahkan untuk digunakan semua anggota. Mesin penetas telur tersebut dipakai secara bergiliran pada anggota kelompok.(/Kompas).

- See more at: http://galeriukm.com/agrobisnis/minim-modal-sukses-bisnis-penetasan-telur#sthash.flp6MXva.dpuf

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply