Promosi melalui Digital Marketing

 Info Bisnis

Dunia digital sering disebut dunia “horizontal” karena memungkinkan sebuah bisnis kecil untuk bersaing perusahaan besar. Namun ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui oleh sebuah bisnis kecil untuk melakukannya. Berikut ini 5 tips yang dapat dilakukan untuk mempromosikan bisnis kecil Anda dengan memanfaatkan digital marketing 

1.Bangun sebuah website berkualitas 

Pilih tempat terbaik untuk memulai sebuah website untuk bisnis Anda namun bukan sembarang website. Buatlah sebuah website yang sederhana, mudah untuk digunakan, memiliki konten yang menarik, dan dioptimisasi untuk search engines– WordPress adalah suatu tempat yang menarik untuk memulainya. Gunakan praktik SEO secara berkala dengan menulis konten baru dengan menggabungkan kata kunci yang relevan. Manfaatkan pengaruh blogging untuk mendukung strategi SEO Anda. Google menyukai konten social media.

2.Arahkan traffic yang tersedia secara cuma-cuma ke website Anda

Arahkan traffic ke website Anda dengan memposting blog secara berkala mengenai informasi yang berkaitan dengan pelayanan Anda dan tentunya harus bermanfaat bagi audience atau calon customer Anda, jangan gunakan media ini untuk selalu terus menerus menjual produk Anda. Bila user yang berkunjung ke website Anda menyukai apa yang mereka baca, mereka juga akan cenderung membagi informasi tersebut kepada yang lain melalui email, Twitter, Facebook, dan LinkedIn. Mereka bahkan mungkin me-repost blog Anda dengan memberi link back pada website Anda. Cara lain untuk mengarahkan traffic adalah dengan menulis konten bagi website lain sebagai tamu atau penulis reguler. Dengan cara ini biasanya memungkinkan bagi Anda untuk memberi link back ke website Anda. Anda juga dapat menulis atau berkontribusi untuk forum-forum digital seperti LinkedIn Groups, Kaskus, DetikForum atau forum digital lainnya.

3.Bersosialisasi dengan Social Media

Salah satu cara terbaik untuk menjangkau target audiens Anda adalah melalui social media. Banyak orang menggunakan internet untuk mencari layanan, jauh sebelum mereka benar-benar merencanakan untuk menggunakan layanan tersebut. Social media bisa mempengaruhi dalam tahap  awareness and consideration yang termasuk dalam proses pengambilan keputusan pembelian.

Buat suatu company page di Facebook dan LinkedIn, dan promosikan page tersebut padacustomer Anda dan kepada email list yang sudah memberi ijin untuk Anda mengirim informasi tersebut. Perbarui konten dalam page ini secara berkala dan bangun interaksi secara langsung dengan prospek Anda. Dengarkan permintaan atau pertanyaan mereka dan penuhi keinginan mereka dengan jawaban dari ahlinya.

4.Fokus pada Keywords yang mempunyai pengaruh besar

Gunakan Google Insights for Search untuk mengindentifikasi kata kunci (keywords) yang mempunyai pengaruh besar dalam hubungannya dengan bisnis Anda, kemudian kembangkan konten dalam website dan blog Anda dengan kata-kata kunci tersebut. Tweet informasi, trend dan tips yang berkaitan dengan kata kunci tersebut dan juga uji dengan Google Adwords untuk mengarahkan search traffic.

5.Jadilah seorang Thought Leader atau influencer di bidang Anda

Menjalankan sebuah bisnis kecil dengan budget pemasaran yang terbatas berarti Anda harus lebih fokus menggunakan energi dalam mengembangkan reputasi Anda sebagai seorang ahli dan influencer dalam industri Anda. Tawarkan saran-saran dari Anda secara online melalui artikel, webinar atau sarana lainnya. Tawarkan juga feedback pada pengunjung website Anda untuk memberi Anda peluang dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Dan pertimbangkan juga untuk keluar dari dunia digital dan berbicara secara langsung kepada audiens Anda dalam berbagai kesempatan.

Strategi standar dari UKM untuk masuk ke social media adalah nge-tweet untuk mendapat diskon, tujuannya untuk mendapat recognition dan public kenal brandnya, diskon merupakan value proposition yang umum digunakan untuk menarik perhatian orang, misalnya harus menunjukkan kalau sudah nge-twit dapat bonus atau ketika Starbucks baru me-launch Mobile Appnya, kalau menunjukkan sudah pakai Mobile App Starbucks di BBnya dapat diskon atau gratis kopi ukuran kecil, hal-hal seperti ini cepat menyebar dan membantu visibility bagi product, setelah visibility mulai ada, bisa mulai mencoba dengan engaging content untuk meningkatkan awareness, misalnya mengadakan kuis harian kecil-kecilan “ayoo.. menu special kita apa hari ini??” kalau bisa nebak nanti dikasih voucher atau gratis minuman, hal-hal seperti ini yang dicari dan diintip orang, orang akan mengecek ada promo baru apa hari ini? Cara lainnya juga bisa melakukan promo yang tidak disangka-sangka, misalnya kalau di Carefour atau Hypermart atau Giant, kadang ada promo “Hanya jam 13 sampai 14 Roti didiskon” promo seperti ini tidak disangka sangka dan membuat orang selalu datang dan mengecek promo baru.

Ketika awareness dan visibility sudah ada, berikutnya adalah memberikan sesuatu yang berguna, brand-brand kecil atau brand baru kan belum punya fans yang loyal, sehingga harus membentuk loyal followers, caranya bukan dengan hardsell terus menerus melainkan  lewat konten informasi hal-hal kecil tetapi banyak orang yang tidak tahu, misalnya “tau gak sih kalau minum itu lebih baik sambil duduk daripada sambil berdiri?” nah hal-hal seperti ini bisa menarik orang, orang akan melihat akun socmed Anda selain memberikan promo yang tidak disangka-sangka, ternyata juga memberikan informasi yang berguna, dari situ loyalitas terbangun.

Jadi urutannya adalah visibility, awareness kemudian loyalty, lalu me-maintain, jangan lupa bahwa produknya sendiri juga harus bagus/enak, kalau makanannya mantab dan ada aspek out of the boxnya, gampang banget nyebarnya karena barang bagus itu “shareability”nya tinggi di social media.

Satu hal yang tdak boleh dilupakan adalah content. Content sangat crucial dan akan menentukan seberapa lama orang bertahan untuk tetap mencari dan menunggu update dari akun tertentu. Suatu UKM harus jeli melihat kesempatan memberikan content yang bersifat engaging. Jika belum yakin bahwa plain text content akan cukup menarik dan engaging, visual content dapat menjadi pilihan yang lebih visible sehingga cenderung lebih mudah dan menarik pembaca. Perlu diperhatikan juga bahwa visual content yang disajikan dapat memberi nilai tambah bagi pembaca, yang akan membuat dia lebih share-able. Foto adalah salah satu yang banyak disebarluaskan secara cepat di Indonesia. Untuk UKM yang ingin hard sell, memberikan update beserta foto produk misalnya, tentu lebih menonjol dibandingkan memberikan update yang sebetulnya bagus tapi sekadar teks saja. Video atau infographic juga merupakan content yang menarik bagi netizen. Kita bisa banyak bermain-main dengan materi yang disajikan melalui video dan infographic. Untuk menyajikan infographic dan video yang layak dan menarik tentu effort-nya tentu lebih besar, tetapi impact-nya juga sebanding. By providing good contents, people will know you, and then they will keep coming back to see what’s the latest thing you have on plate for them.

Strategi lainnya adalah memberikan sample produk kepada influencer dan membangun partnership dengan entitas lain yang banyak dikenal orang atau memiliki sifat viral, contohnya UKM kuliner perlu untuk membuat partnership dengan aplikasi-aplikasi, website, komunitas, influencer di bidang makanan seperti Foodspotting kalau di USA, komunitas jalan sutra dan semacamnya, memperkenalkan makanan ke para pemerhati makanan, minta masukan ke mereka, lebih baik jika minta dikritisi sebagai partner atau teman daripada sebagai konsumen, karena jika dikritisi sebagai konsumen biasanya tidak tanggung-tanggung dan berita negatifnya langsung tersebar, lebih baik  samperin baik-baik dan minta masukan sebagai partner untuk kerjasama, jika komunitas pemerhati makanan tertarik dengan produk Anda, word of mouth akan menyebar dengan sendirinya. Kedekatan dengan komunitas yang terkait dengan produk Anda juga merupakan hal yang sangat penting, salah satunya sebagai channel untuk menyebarkan informasi promosi Anda, karena Anda perlu menyebarkan promo dan konten-konten Anda ke channel yang tepat dan targeted.

Beberapa brand atau UKM memang berteman dan memiliki hubungan personal dengan orang-orang yang bertipe influencer social media dan bisa minta bantuan untuk buzz dengan biaya murah, tetapi untuk UKM yang belum punya akses ke influencer, mau tidak mau memang harus berani melakukan promo dan mengeluarkan biaya.

Contoh lain UKM software house untuk masuk socmed adalah dengan konten edukasi,  misalnya yang lagi ngehit sekarang adalah SEO (Search Engine Optimization), SEO yang dishare adalah ilmunya, orang kalau ngerjain sendiri biasa repot banget, orang mendingan nyari SEO expert untuk ngerjainnya karena buang-buang resource internal, paling tidak konten harus mengedukasi tentang apa itu SEO dan bagaimana prosesnya sampai suatu website bisa nomor 1 di search engine dalam beberapa bulan, lalu mengedukasi jenis-jenis SEO, seperti on page, off page, sharing tools gratis terbaru yang licensenya free, misalnya seperti itu, sharing ke sesama menjadi sangat penting.

Beberapa brand atau UKM memang memiliki “social object” alias bahan pembicaraan yang menarik di social media, misalnya orang yang suka modifikasi motor akan otomatis “ngumpul” di socmednya Honda atau Yamaha, bagaimana dengan brand atau UKM yang social objectnya tidak menarik? misalnya brand yang bersifat mass product seperti baterai,  sabun cuci, harus membuat sesuatu yang engaging, pakai foto, content games atau content lainnya, yang setidaknya membuat calon fans bertahan di situ, melihat lihat lalu jadi fans, atau for the sake of playing the game, achievement dari game tersebut juga sebisa mungkin di posting ke status dan buat leaderboard untuk mendorong lebih banyak orang ikut bermain dengan gamification leaderboard, bisa juga dihubungkan dengan sales, caranya dengan memasukkan kode tertentu di tiap produk yang dibeli, lalu kode itu bisa digunakan untuk main game berhadiah atau kodenya harus dimasukkan ke fans page untuk diundi.

Sumber : http://www.smartbisnis.co.id/

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply