Studi: Remaja Bandel adalah Enterpreneur Potensial

 Tips

Cari seorang remaja cerdas yang terus-menerus mendapat masalah dengan aturan, maka anda sedang berhadapan dengan seorang enterpreneur yang berpotensi untuk sukses di masa depan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ross Levine (Haas School of Business, University of California) dan Yona Rubinstein (London School of Economics) menemukan bahwa enterpreneur yang sukses itu sangat erat kaitannya dengan campuran antara ketangkasan belajar ditambah dengan perilaku break-the-rule. Penelitian ini ditulis dalam jurnal berjudul “Smart and Illicit: Who becomes an entrepreneur and does it pay?” yang diterbitkan oleh National Bureau of Economic Research [disini].

Mereka menulis, “Orang-orang dengan kemampuan belajar di atas rata-rata yang cenderung untuk melanggar aturan memiliki kemungkinan 60% lebih besar untuk menjadi pengusaha sukses (diukur dari sejauh mana mereka terlibat pada pelanggaran sebelum usia 22).”

Levine dan Rubinstein mengandalkan data dari studi berkelanjutan yang disebut sebagai National Longitudinal Survey of Youth, yang pada tahun 1979 mulai menyurvei lebih dari 12.000 orang mulai usia 15 – 22 tahun. Selama bertahun-tahun, NLSY79 mengukur keterampilan kognitif dan bakat belajar subyek mereka, termasuk di dalamnya adalah “indeks aktivitas pelanggaran”.

Studi ini juga mengacu pada mereka-mereka yang rela meninggalkan pekerjaan bergaji untuk menjadi seorang wirausahawan. Orang-orang dengan kemampuan belajar di atas rata-rata yang cenderung melanggar aturan di masa remajanya adalah predikator untuk peningkatan pendapatan yang lebih besar pada saat mereka menjadi pemilik bisnis dibanding ketika mereka menjadi karyawan.

Peneliti menyebut bahwa potensi enterpreneur jadi dua kali lebih besar ketika berasal dari karyawan yang pernah mengalami “sesuatu berharga yang diambil secara paksa” ketika mereka masih pemuda, dan 44 persen pernah dihentikan oleh polisi.

Maka, berkaca pada kutipan co-founder Apple dan mantan hacker, Steve Wozniak: “Kenakalan sangat kuat berkorelasi dengan pemikiran kreatif.”

Jadi, apakah anda pernah berjumpa dengan orang-orang dengan model seperti ini? Kenapa tidak coba diarahkan saja pada enterpreneur :-)

Sumber : www.mediabisnisonline.com

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply