Tips Mengembangkan Bisnis UKM Melalui Brand

 Promosi

Kendala klasik bagi pertumbuhan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) adalah masalah pemasaran. Meski sebuah produk UKM memiliki kualitas yang bagus, namun sering mengalami kendala saat dipasarkan. Salah satu yang membuat produk UKM kurang mendapat kepercayaan dari pasar adalah tidak adanya Merek atau brand pada produk tersebut. Hal ini nampaknya tidak disadari oleh para pelaku UKM. Para pelaku UKM hanya terfokus pada produk, penetapan harga dan hal-hal lain yang berorientasi pada penjualan. Bagi sebagian kalangan membangun sebuah brand belumlah menjadi prioritas.

Saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa branding identik dengan industri berskala besar .Mereka juga belum menyadari bahwa brand adalah salah satu aset penting dalam sebuah perusahaan. Banyak persepsi yang timbul bahwa branding membutuhkan biaya yang besar, oleh sebab itu pemilik UKM lebih memilih untuk mengalokasikan modalnya untuk sektor riil, seperti meningkatkan kapasitas produksi, penambahan bahan baku dan lain sebagainya.

Namun sebenarnya branding sebenarnya adalah sebuah investasi. Jika proses branding diterapkan secara efektif dan efisien,pada akhirnya akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Brand bisa dianalogikan sebagai sebuah identitas.Tanpa identitas yang kuat dan jelas, sebuah usaha tidak akan dikenal oleh target market-nya. Di lain sisi,baik buruknya identitas sebuah brand terbentuk dari apa yang diterapkan oleh stakeholder-nya sendiri. Sebuah brand dikatakan baik apabila merek tersebut dapat membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya.

Keuntungan lain memanfaatkan branding adalah apabila persepsi pada sebuah brand tinggi, maka value yang dihasilkan pun akan berbanding lurus. Hal ini akan membantu perusahaan dalam membangun citra positif dan terkesan profesional. Di sisi lain hal tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh, sebuah keluarga memilih untuk menggunakan hanya satu merek pasta gigi yang terus direkomendasikan dari generasi ke generasi.

Ikatan emosional yang sudah terbentuk seperti itu seringkali akan membuat pelanggan mengabaikan produk atau jasa lain yang ditawarkan di pasaran karena didasarkan oleh persepsi brand yang sudah terbentuk di benak mereka,serta brand recognition yang tinggi. Keripik Maicih adalah salah satu contoh branding UKM yang cukup berhasil. Berbekal dengan strategi branding dan pemasaran yang kuat dan jelas, Keripik Maicih kini cukup dikenal di kalangan penggemar keripik di Indonesia pada umumnya, dan Bandung pada khususnya.

Sumber:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/533814/

Sumber : http://galeriukm.com/marketing

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply