Kisah Sukses Penjual Bubur Ayam Mangkok Merah

Siapa yang tak kenal dengan Bubur Ayam. Makanan khas dari Jawa Barat ini mampu meluluhkan lidah berbagai kalangan. Rasanya yang gurih dengan perpaduan lembut dari bubur dan berbagai toping membuat penyantapnya tidak pernah bosan. Bahkan gizi yang dikandungnyapun sangat kaya.

Dengan semakin dikenalnya kuliner ini, masyarakat berbondong-bondong mencari peluang usaha dengan menjual bubur ayam. Namun, setiap penjual memiliki kisahnya masing-masing hingga dapat menjadi bubur ayam yang dikenal.

Salah satunya yaitu Bubur Ayam Mangkok Merah. Bubur Ayam yang berdiri sejak Februari tahun 2017 ini awalnya menjual nasi sederhana di sebuah ruko. Pemilik memutuskan untuk berjualan nasi (walaupun punya skill jualan bubur ayam) karena saya pikir waktu itu lingkungan disekitar tidak begitu suka bubur. Ketika di lapangan, karena belum mempunyai pengalaman berjualan nasi akhirnya bertemu dengan masalah-masalah yg tidak terduga sebelumnya.

“Singkat cerita karena aliran dana (cashflow) sudah semakin menipis dan bisa di katakan hampir habis dengan modal yg ada saya mencoba skill saya yaitu jualan bubur ayam. Pertama kali, saya jualan bubur ayam di depan ruko saya (waktu itu nasinya masih buka)”, ucapnya.

Lambat laun berjalan, bubur ayam ini semakin dikenal. Diawali dengan niat untuk memenuhi kebutuhan hidup, kemudian berkembang dengan mulai membuka lowongan pekerjaan dan merambah dunia promosi.

“Cara mendekatkan diri pada pasar yaitu jualnya di tempat yang ramai. Kebetulan tempat saya dekat dengan keramaian, yaitu rumah sakit, yg disana ada pegawai rumah sakit, mahasiswa kedokteran, dokter dan orang-orang lain yg sudah tahu keberadaan usaha saya. Hal lain yg saya lakukan untuk mengenalkan ukm saya yaitu gabung dengan komunitas, kenalkan produk via media sosial, daftar juga ke pengantaran via ojek online yg tersedia”, tambah pemilik bubur ayam.

Semangkok Bubur Ayam MANGKOK MERAH yang terlihat enak

Bubur ayam ini memiliki andalan di kuahnya yang sangat gurih dan memiliki cita rasa berbeda dengan bubur ayam lain. Hal inilah yang membuat menu dari rumah makan ini juga semakin beragam. Dari bertambahnya menu bubur kacang hijau dan bubur ketan. Sekarang semakin beragam dengan bertambahnya dua menu andalan lain, yaitu Mie Ayam dan Seblak.

Dari segi logo, logo utama yaitu Mangkok dan 5 Bintang. Mangkok di simbolkan sebagai wadah yang siap menampung dimana rejeki akan mengalir. 5 Bintang di simbolkan sebagai Jendral yg berbintang 5 yang harapannya bisa menguasai pasar bubur ayam dimana usaha itu di buka, dan soal rasa juga bisa setara dengan masakan masakan enak hotel berbintang 5.

“Untuk menjaga kualitas produk, maka saya tidak sembarangan membeli bahan mentah, bahan mentah yg kami ambil adalah bahan pilihan yang benar-benar layak untuk di jadikan sebagai bahan masakan ala bubur ayam MANGKOK MERAH” tutup pemiliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *